Patofisiologi Dan Pathway Asma Bronchiale Dalam Format Doc

Pada postingan kali ini sengaja kami pisahkan patofisiologi dan pathway asma bronkial, dengan tujuan sanggup membantu sobat sejawat sekalian dalam melengkapi lp ataupun askep yang sedang dikerjakan. Agar diagnosa keperawatan yang diambil sesuai dengan pathway atau pohon persoalan yang akan dibuat.

Asma merupakan gangguan radang kronik jalan masuk napas. Saluran napas yang mengalami radang kronik bersifat hiperresponsif sehingga apabila terangsang oleh factor risiko tertentu, jalan napas menjadi tersumbat dan anutan udara terhambat alasannya yakni konstriksi bronkus, sumbatan mukus, dan meningkatnya proses radang (Almazini, 2012).

Patofisiologi Asma Bronchiale

Asma pada anak terjadi adanya penyempitan pada jalan nafas dan hiperaktif dengan respon terhadap materi iritasi dan stimulus lain. Dengan adanya materi iritasi atau allergen otot-otot bronkus menjadi spasme dan zat antibodi badan muncul (immunoglobulin E atau IgE) dengan adanya alergi. IgE di muculkan pada reseptor sel mast dan jawaban ikatan IgE dan antigen menimbulkan pengeluaran histamin dan zat perantara lainnya. Mediator tersebut akan menunjukkan tanda-tanda asthma.  Respon astma terjadi dalam tiga tahap : pertama tahap immediate yang ditandai dengan bronkokontriksi (1-2 jam); tahap delayed dimana brokokontriksi sanggup berulang dalam 4-6 jam dan terus-menerus 2-5 jam lebih usang ; tahap late yang ditandai dengan peradangan dan hiperresponsif jalan nafas beberapa ahad atau bulan.

Asma juga sanggup terjadi faktor pencetusnya alasannya yakni latihan, kecemasan, dan udara dingin. Selama serangan asthmatik, bronkiulus menjadi meradang dan peningkatan sekresi mukus. Hal ini menimbulkan lumen jalan nafas menjadi bengkak, lalu meningkatkan resistensi jalan nafas dan sanggup menjadikan distres pernafasan. Anak yang mengalami astma gampang untuk inhalasi dan sukar dalam ekshalasi alasannya yakni edema pada jalan nafas.Dan ini menimbulkan hiperinflasi pada alveoli dan perubahan pertukaran gas.Jalan nafas menjadi obstruksi yang lalu tidak adekuat ventilasi dan saturasi 02, sehingga terjadi penurunan P02 (hipoxia).Selama serangan astmatikus, CO2 tertahan dengan meningkatnya resistensi jalan nafas selama ekspirasi, dan menimbulkan acidosis respiratory dan hypercapnea. Kemudian sistem pernafasan akan mengadakan kompensasi dengan meningkatkan pernafasan (tachypnea), kompensasi tersebut menjadikan hiperventilasi dan sanggup menurunkan kadar CO2 dalam darah (hypocapnea).

Pathway Asma Bronchiale


Untuk Mendownload pathway asma bronchiale doc, DISINI

Demikian patofisiologi dan pathway asma bronchiale dalam format doc yang kami bagikan, biar sanggup membantu teman-teman perawat sekalian dalam menuntaskan tugas. Silahkan diambil bagi yang membutuhkan terima kasi.
Ahmad hidayat
Ahmad hidayat

Previous
Next Post »