Asuhan Keperawatan (Askep) Pada Pasien Dengan Kehamilan Trimester 3, Download Dalam Bentuk Makalah Pdf Dan Doc

Bismillah, Pada postingan kali ini kami bagikan asuhan keperawatan pada pasien dengan kehamilan trimester III lengkap dengan laporan pendahuluan dan kasus. Yaitu asuhan seorang perawat terhadap pasien yang sedang hamil di 3 bulan terakhir.

Dengan tujuan membantu teman-teman sejawat sekalian dalam pembuatan asuhan keperawatan disini kami sediakan askep kehamilan trimester 3 lengkap, yang kami sediakan dalam bentuk makalah pdf dan doc. Yang bisa teman-teman perawat download dengan memakai link unduhan yang telah kami sematkan diakhir artikel ini.


Askep Kehamilan trimester III

BAB I

PENDAHULUAN

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi hingga lahirnya janin. Lamanya hamil normal yaitu 280 hari (40 ahad atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi menjadi 3 triwulan yaitu triwulan pertama dimulai dari konsepsi hingga 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat hingga 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh hingga 9 bulan. Kehamilan melibatkan perubahan fisik emosional dari ibu serta perubahan sosial di dalam lingkungan keluarga. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun adakala tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui bahwa kehamilan akan menjadi masalah. System penilaian resiko tidak sanggup memprediksi apakah ibu hamil akan bermasalah selama kehamilannya. Oleh lantaran itu pelayanan/asuhan antenatal merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal (Prawirohardjo, 2002)

Hasil selesai kehamilan yang diharapkan yaitu kelangsungan hidup ibu dan bayinya. Tujuan perawatan antenatal lebih dari itu; bukan hanya kelangsungan hidup tetapi juga kualitas hidup yang baik perawatan antenatal yang baik meliputi :
  • Pengawasan kehamilan untuk melihat apakah segalanya berlangsung normal, untuk mendeteksi dan mengatasi setiap kelalaian yang timbul, dan untuk mengantisipasi semua duduk kasus selama kehamilan, persalinan dan periade postnatal
  • Penyuluhan atau pendidikan mengenai kehamilan dan bagaimana cara-cara mengatasi gejalanya, mengenai diet, perawatan gigi serta gaya hidup; hampir setiap pertemuan dengan ibu hamil (dengan suaminya) memperlihatkan kesempatan untuk memperlihatkan penyuluhan dalam satu atau lain bentuk
  • Persiapan (baik fisik maupun psikologis) bagi persalinan atau pelahiran, dan dukungan petunjuk mengenai segala aspek dalam perawatan bayi
  • Dukungan jikalau terdapat masalah-masalah sosial atau psikologis
Dalam hubungannya dengan hasil selesai suatu kehamilan, “kualitas hidup yang baik” berarti ibu yang sehat dengan bayi yang sehat dan ibu mengetahui cara merawat bayi serta dirinya. Sebagian besar rumah sakit kini menyertakan calon ayah ke dalam acara penyuluhan dan persiapan persalinan (Farrer, 2001).

Pada trimester tiga investigasi dilakukan setiap dua ahad atau setiap minggu. Rancangan investigasi meliputi anamnesa terhadap keadaan normal dan keluhan hamil trimester tiga, investigasi fisik (umum, khusus dan tambahan). Kesimpulan dari investigasi ini yaitu normal, sehat dan memuaskan dan penggolongan kehamilan (resiko tinggi, meragukan, atau resiko rendah). Juga dilakukan pengobatan penyakit ibu atau komplikasi kehamilan. Obat penyokong kesehatan hamil yaitu vitamin tambahan dan obat khusus, juga dukungan vaksinasi tetanus toxoid II. Anjuran pada masa ini berkaitan dengan kesehatan umum dan kesehatan khusus berkaitan dengan kehamilannya juga petunjuk kapan tiba ke rumah sakit. Pada bulan ke sembilan, dilakukan investigasi setiap ahad dengan rancangan yang sama. Kelahiran sanggup terjadi setiap waktu, oleh lantaran itu perlu diberikan petunjuk kapan harus tiba ke rumah sakit. Anjuran untuk tiba ke rumah sakit yaitu bila :
  • Sakit perut tiba menghilang dan makin usang makin bertambah keras dan waktu makin pendek
  • Terjadi pengeluaran darah, keluar banyak (sampai basah), keluar lendir campur darah
  • Adanya keluhan tubuh panas, penglihatan kabur, sakit kepala berat dan sakit ulu hati (manuaba, 1999).

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi 

Trimester tiga yaitu periode kehamilan tiga bulan terakhir/ sepertiga masa kehamilan terakhir (Farrer, 1999).

Trimester tiga merupakan periode kehamilan dari bulan ketujuh hingga sembilan bulan (28-40 minggu).

B. Perubahan anatomik dan fisiologik pada perempuan hamil

Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita, khususnya pada alat genitalia eksterna dan interna dan pada payudara (mammae). Dalam hal ini hormone somatomammotropin, estrogen, dan progesterone mempunyai peranan penting. Perubahan yang terdapat pada perempuan hamil ialah antara lain sbb:

1. Uterus

Uterus akan membesar pada bulan bulan pertama di bawah imbas estrogen dan progesterone yang kadarnya meningkat. Pembesaran ini intinya disebabkan oleh hipertropi otot polos uterus; di samping itu, serabut-serabut kolagen yang adapun menjadi higroskopik akhir meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus sanggup mengikuti pertumbuhan janin.

Berat uterus normal lebih kurang 30 gram; pada selesai kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram, dengan panjang lebih kurang 20 cm dan dinding lebih kurang 2,5 cm.pada bulan-bulan pertama kehamilan bentuk uterus menyerupai buah advokad, agak gepeng. Pada kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bulat. Selanjutnya pada selesai kehamilan kembali menyerupai bentuk semula, lonjong menyerupai telur. Hubungan antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui, antara lain untuk membuat diagnosis apakah perempuan tersebut hamil fisiologik, atau hamil ganda, atau menderita penyakit menyerupai molahidatidosa, dsb.

Pada kehamilan 28 ahad fundus uteri terletak kira-kira3 jari diatas pusat atau sepertiga jarak antara pusat ke prosessus xifoideus. Pada kehamilan 32 ahad fundus uteri terletak diantara setengah jarak pusat dan prosessus xifoideus. Pada kehamilan 36 ahad fundus uteri terletak kira-kira 1 jari di bawah prosessus xifoideus.  

2. Servic uteri

Servik uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan lantaran hormone estrogen. Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan otot, maka servik lebih banyak mengandung jaringan ikat, hanya 10% jarinagn otot. Jaringan ikat pada servik ini banyak mengandung kolagen. Akibat kadar estrogen meningkat, dan dengan adanya hipervaskularisasi maka konsistensi servik menjadi lunak.
Kelenjar-kelenjar di servik akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang perempuan yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan per vaginam lebih banyak. Keadaan ini hingga batas tertentu masih merupakan keadaan yang fisiologik.

3. Vagina dan vulva

Vagina dan vulva akhir hormone estrogen mengalami perubahan pula. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiru-biruan. Tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna porsio pun tampak livide.

4. Ovarium

Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditis hingga terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu. Korpus luteum graviditis berdiameter kira-kira 3 cm. kemudian, ia mengecil sehabis plasenta terbentuk.

5. Mamma

Mamma akan membesar dan tegang akhir hormone somatomammotropin, estrogen, dan progesterone, akan tetapi belum mengeluarkan air susu. Pada kehamilan 12 ahad ke atas dari putting susu sanggup keluar cairan berwarna putih agak jernih, sisebut kolostrum. Kolostrum ini berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Sesudah partus, kolostrum ini agak kental dan warnanya agak kuning. Meskipun kolostrum telah sanggup dikeluarkan, pengeluaran air susu belum berjalan oleh lantaran prolaktin ini ditekan oleh PIH (prolactine inhibiting hormone). 

6. Sirkulasi darah

Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya sirkulasi keplasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh darah yang membesar pula, mamma dan alat lain-lain yang memang berfungsi berlebihan dalam kehamilan.volume darah akan bertambah banyak, kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32 minggu, diikuti dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30%. 

7. Sistem respirasi

Seorang perempuan hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang mengeluh perihal rasa sesak dan pendek nafas.hal ini di temukan pada kehamilan 32 ahad ke atas oleh lantaran usus-usus tertekan oleh uterus yang membesar kearah diafragma, sehingga difragma kurang leluasa bergerak.

8. Traktus digestivus

Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea). Mungkin ini akhir kadar hormone estrogen yang meningkat. Tonus-tonus otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Makanan lebih usang berada dalam lambung dan apa yang dicernakan lebih usang dalam usus-usus. Hal ini mungkin baik untuk resorpsi, akan tetapi menimbulkan pula obstipasi, yang memeng merupakan salah satu keluhan utama perempuan hamil.

9. Traktus urinarius

Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada selesai kehamilan, bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi lantaran kandung kencing mulai tertekan kembali.  

10. Kulit

Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh imbas melanophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini merupakan salah satu hormone yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadang-kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi, dan hidung, yang di kenal sebagai kloasma gravidarum. (Prawirohardjo, 2002)

C. Tanda subjektif dan objektif kehamilan trimester tiga

1. Tanda subjektif

a. 29-33 minggu
  • Fatigue
  • Ansietas perihal masa depan
  • Mimpi buruk
  • Penurunan keinginan seksual lantaran ketidaknyamanan fisik
b. 34-38 minggu
  • Sakit punggung, perubahan gaya berjalan
  • Ketidaksabaran untuk pengakhiran kehamilan
  • Perasaan buaian perihal masa depan yang ambivalen 
c. Sebelum kelahiran
  • Lightening
Lightening merupakan tanda dini dimulainya persalinan, dimana kepala janin telah terbenam kedalam rongga panggul lantaran berkurangnya tempat di dalam uterus dan sedikit melebarnya simfisis; keadaan ini sering meringankan keluhan pernafasan serta heartburn dan pada primigravida akan terlihat pada kehamilan 36 ahad sedangkan pada multipara gres tampak sehabis persalinan dimulai mengingat otot-otot abdomennya lebih kendor. 
  • Sakit perut cuilan bawah
2. Tanda objektif

a. 29-33 minggu
  • Rasa panas dalam perut disebabkan tekanan uterus, mild hiatus hernia dan muntahan asam perut ke dalam esophagus
  • Kontraksi Braxton-Hicks mungkin terjadi, Kontraksi Braxton-Hicks merupakan kontraksi tak teratur rahim dan terjadi tanpa rasa nyeri di sepanjang kehamilan; kontraksi ini membantu sirkulasi darah dalam plasenta. Kontraksi Braxton-Hicks akan dirasakan oleh ibu selama beberapa ahad terakhir kehamilannya.  
  • Fundus terletak diantara umbilicus dan xipoid
b. 34-38 minggu
  • Peningkatan sesak nafas dan tanda tekanan lain (heartburn, merasa penuh sehabis makan, konstipasi, varicose veins, edema, haemoroid)
  • Heartburn (pirosis, nyeri dada), Pirosis merupakan perasaan nyeri di dada, lantaran masuknya isi lambung ke dalam esophagus cuilan bawah. Keluhan sering ditemukan dalam kehamilan, terutama dalam posisi tengkurap, atau menelan sesuatu masakan tertentu atau obat. Pada kehamilan tua, mungkin kelainan ini agak sering dijumpai lantaran imbas rahim yang membesar. pirosis biasanya tidak akan menimbulkan komplikasi menyerupai striktura, perdarahan, lantaran waktunya sebentar saja. Pengobatan cukup dengan memperlihatkan obat antacid, mengubah posisi tubuh dan menegakkan kepala serta mencegah tengkurap sehabis makan. Keadaan yang lebih berat, adakala mengakibatkan penderita sulit menelan, ada perdarahan (hematemesis), sebagai akhir terjadi esofagitis erosif.   
  • Konstipasi, Konstipasi sering terjadi dan disebabkan oleh penurunan motilitas usus sehingga memerlukan waktu lebih usang untuk menyerap cairan. Demikian pula usus sanggup saling berdesakan akhir tekanan dari uterus yang membesar. 
  • Vena varikosa (varicose veins), Varicose veins mengakibatkan melemahnya dinding vena atau cacatnya fungsi katup. Kurang baiknya sirkulasi di ekstremitas bawah merupakan predisposisi perempuan terkena varicose veins di kaki dan paha, juga lamanya berdiri atau duduk. Berat uterus gravid di pelvis aggravates berkembang dari varicosities di kaki dan area pelvis menghalangi fatwa balik vena. Penatalaksanaan dengan metode pembedahan dan injeksi tidak dianjurkan selama kehamilan. Wanita yang tahu mungkin akan  melaksanakan treatment sehabis melahirakn lantaran akan menimbulkan duduk kasus dalam keberhasilan kehamilan.   
  • Edema kaki, Sebagian besar perempuan memperlihatkan edema pada kaki di selesai kehamilan lantaran peningkatan kesulitan pengembalian darah vena dari ekstremitas bawah. Lamanya duduk dan udara yang panas meningkatkan terjadinya edema. Edema kaki menjadi perhatian ketika disertai hipertensi atau proteinuria.  
  • Haemoroid (wasir), Dalam kehamilan sanggup terjadi pelebaran vena hemoroidalis interna dan pleksus hemoroidalis eksterna, lantaran terdapatnya konstipasi dan pembesaran uterus. Hemoroid ini lebihnyata dan sanggup menonjol keluar anus. Wasir yang kecil kadang tidak menimbulkan keluhan, sedang yang besar sering menimbulkan keluhan bahkan sanggup menimbulkan komplikasi hebat yaitu rasa nyeri serta perdarahan pada ketika buang air besar, serta ada sesuatu yang keluar dari anus. Wasir sanggup didiagnosis dengan mudah, yaitu adanya keluhan rasa perih di kawasan anus, perdarahan, serta pada pengamatan ditemukan vena yang membengkak di anus atau di rectum. Pada hemoroid interna dan eksterna yang tidak menimbulkan keluhan, tidak perlu diberi pengobatan, dan sehabis melahirkan hemoroid tersebut akan mengecil.
c. Sebelum kelahiran
  • Fundus ada di bawah diafragma hingga kepala janin masuk kedalam rongga panggul, kemudian perut kelihatan maju ke depan (Dickason, 1997)
D. Adaptasi kehamilan

1. Tugas perkembangan selama kehamilan

Tugas terakhir di ahad terakhir yaitu pengakhiran kehamilan dan untuk kelahiran bayinya. Dia harus mempersiapkan fase letting go dari kehamilan dan semua penyatuan perasaan dan kreativitas, proses perpisahan dengan janin. Sadar atau tidak sadar ketakutan mutilasi, janjkematian atau abandonment selalu muncul pada waktu ini. Antisipasi kecemasan merupakan hal yang normal dan sehat.

Selama kehamilan, tingkat ketergantungan kebutuhan meningkat, puncaknya pada trimester tiga, selama persalinan dan periode asuhan kehamilan. Seorang ibu yang sedang hamil harus memelihara dirinya sendiri sehingga beliau sanggup merawat bayinya. Seorang laki-laki juga merasa kebutuhannya meningkat terutama untuk seseoarang yang sanggup mengemban amanah untuk merawat bayinya, lantaran ibu yang sedang mengandung lebih banyak instrospektif dengan kemajuan kehamilannya. Anggota keluarga seharusnya mengingatkan khususnya pada periode ini.

Hampir semua ibu hamil memperlihatkan kebutuhan yang sama pada trimester ketiga walaupun berbeda latar belakang, tingkat pendidikan dan pengalaman.seorang perempuan memusatkan perhatian pada bayinya, proses kelahiran, perubahan fisik dan emosianal. Ekspresi pada trimester tiga ini antara lain:
  • Kesehatan bayi (pertanyaan perihal kecacatan bayi, tanda kesehatan bayi, bagaiman imbas kelahiran bagi bayi, imbas obat dan anestesi)
  • Biaya kelahiran bayi (rumah sakit, pengeluaran alat) 
  • Proses persalinan dan kelahiran (nyeri, ketakutan, salah paham, ketika ada di rumah sakit)
  • Keluarga (bagaimana penerimaan anak yang lain dengan kehadiran bayi, bagaimana perencanaan selama di rumah sakit, bagaimana pasangan merespin bayi) 
2. Harapan-harapan yang terkandung dalam kiprah seorang ayah

Pada ketika trimester tiga, seorang ayah lebih memusatkan perhatian kepada kedatangan bayi. Seorang ayah mungkin lebih enggan untuk tiba pada kelas pendidikan kelahiran bayi atau mendengar planning atau inspirasi perihal bayi berulang-ulang. Seorang ayah mungkain akan mengecat ruang bayi atau menata ulang perabotannya.

Seperti seorang ibu, seorang ayah juga mengungkapkan peningkatan kecemasan kelahiran bayi yang semakin dekat.dia mungkin takut dengan kesehatan pasangannya dan kesehatan bayinya. Bantuan yang sanggup di lakukan pada proses ini antara lain support dan legalisasi pencapaian hasil.
(Dickason, 1997)

E. Perubahan psikologis Ibu dan Ayah pada trimester tiga

1. Perubahan psikologis pada Ibu

Kehamilan merupakan suatu kondisi perubahan body image dan juga mengharuskan mengulang hubungan sosial dan perubahan kiprah anggota keluarga. Bagaimapun juga, perempuan memperlihatkan respon psikologis dan emosional yang sama selama kehamilan, antara lain:

a. Ambivalence

Pada awalnya, terjadi planning kehamilan, dimana ada element yang mengejutkan bahwa konsepsi telah terjadi. Ambivalence ini bekerjasama dengan pemilihan waktu yang “salah;” kekhawatiran perihal modifikasi kebutuhan hubungan yang ada atau planning karier; ketakutan perihal kiprah baru; dan ketakutan perihal kehamilan, persalinan dan kelahiran.  

b. Acceptance (penerimaan)

Penerimaan kehamilan dipengaruhi banyak faktor. Rendahnya penerimaan cenderung dihubungkan dengan tidak direncanakannya kehamilan dan bukti ketakutan dan konflik. Pada trimester tiga menggabungkan perasaan gembira dengan takut mengenai kelahiran anak. Pada periode ini, khususnya hak istimewa kehamilan lebih berarti. 

Selama trimester akhir, ketidak nyamanan fisik kembali meningkat dan istirahat yang adekuat menjadi keharusan. Wanita membuat persiapan selesai untuk bayi dan mungkin memakai waktu yang usang untuk mempertimbangkan nama anaknya.    

c. Introversion

Introvert atau memikirkan dirinya sendiri dari pada orang lain merupakan insiden yang biasa dalam kehamilan. Wanita mungkin menjadi kurang tertarik dengan acara terdahulunya dan lebih berkonsentrasi dengan kebutuhan untuk istirahat dan waktu untuk sendiri. 

d. Mood swings (perasaan buaian)

Selama kehamilan, perempuan mempunyai karakteristik ingin dibuai, dengan suka cita. Pasangan harus mengetahui bahwa ini merupakan karakteristik sikap kehamilan, hal itu menjadi gampang baginya untuk lebih efektif di samping itu akan menjadi sumber stress selama kehamilan.

e. Changes in body image (perubahan gambaran tubuh)

Kehamilan menimbulkan perubahan tubuh wanitaperiode waktu yang singkat. Wanita menyadari bahwa mereka memerlukan lebih banyak ruang sebagai kemajuan kehamilan.

Reaksi Ibu/ istri pada kehamilan trimester tiga:
  • Lebih cemas akan kecanggungan fisik
  • Ketidaknyamanan
  • Persiapan persalinan
  • Sering mimpi kelainan letak, tidak sanggup lahir, takut cacat
  • Pada selesai kehamilan terangsang secara tiba-tiba
2. Perubahan psikologis pada Ayah

Expectant fathers (harapan ayah) memperlihatkan persamaan perasaan dan konflik dengan ibu yang mengandung ketika kehamilan akan ditegaskan. Tingkat ambivalence tergantung beberapa faktor, menyerupai apakah kehamilan direncanakan, hubungan laki-laki dengan pasangannya, pengalaman kehamilan sebelumnya, umurnya, dan stabilitas ekonaminya.

Pada trimester tiga, perhatian dan ketakutan mungkin berulang. Banyak laki-laki merasa takut melukai bayi yang belum lahir selama intercourse. Ayah juga mulai takut dan membayangkan perihal apa yang akan terjadi dengan pasangannya dan bayinya yang belum lahir selama persalinan dan kelahiran. 

Reaksi Ayah/ suami pada kehamilan trimester tiga:
  • Memilih alternative kontak seksual
  • Perhatian tertuju pada tanggung jawab financial
  • Melamun perihal anak, jadi apa, kehilangan istri
  • Merubah sikap seksual dengan pasangannya (Olds, 1995)
F. Kebutuhan pengetahuan bagi orang renta : pada kehamilan trimester ketiga dan kelahiran bayi

1. Perubahan fisik pada trimester tiga
2. Perubahan emosional pada trimester tiga dan periade post partum
3. Sexuality
  • Perubahan kebutuhan
  • Sexual expression (cara yang berbeda)
  • Sexual concerns
  • Problem solving
4. Ketidaknyamanan ringan kehamilan
  • Frequency unnation
  • Sakit punggung
  • Dyspnea
  • Varicose veins
  • Kontraksi Braxton Hicks
  • Kram kaki
  • Vaginal discharge
  • Konstipasi
  • Nyeri di sekitar tulang
  • Fatigue
5. Tanda bahaya
  • Perdarahan vagina
  • Nyeri perut
  • Edema pada muka, tangan dan kaki
  • Sakit kepala yang hebat
  • Gangguan bicara
  • Rupture of membrane (sebelum 38 minggu)
6. Nutrisi
7. General hygiene
  • Istirahat dan tidur
  • Latihan
8. Penggunaan obat
  • Rokok
  • Alcohol 
  • Obat OTC
  • Resep obat 
9. Pertumbuhan janin
10. Persiapan menyusui
11. Support system
12. Persiapan kelahiran bayi
  • Rasa takut dan cemas
  • Keterlibatan ayah dalam kelahiran bayi
  • Pemilihan masalah
  • Anatomi dan fisiologi kelahiran bayi
  • Manajemen nyeri
  • Intervensi obstetri
13. persiapan menjadi orang tua
  • Perubahan gaya hidup
  • Perubahan peran
  • Konflik peran
  • Keseimbangan tuntutan keluarga
  • Tugas perkembangan maternal
14. Persiapan untuk bayi gres lahir
15. Rencana keluarga (Reeder, 1992)

G. Reaksi kognitif dan emosianal ibu pada kehamilan trimester tiga

1. Pemulihan ketidaknyamanan fisik
  • Fatigue, beban yang berat, frekuensi, sleeplessness, kekakuan
2. Pengembangan ukuran psychososial
  • Kebanyakan perubahan gambaran diri terjadi pada trimester tiga; perasaan kejanggalan dan kekakuan 
3. Peningkatan perhatian pada dirinya sendiri
4. Peningkatan perhatian
  • Ketakutan diri untuk mendapatkan kesehatan dan “performance” selama persalinan
  • Ketakutan pada kesehatan bayi
5. Pemikirkan penerimaan kiprah sebagai ibu
  • Membayangkan situasi sebagai orang tua
  • Obsesi persalinan dan kelahiran, keinginan kehamilan yang berlebihan
  • Peningkatan nesting behavior. (Reeder, 1992)
H. Komplikasi kehamilan trimester tiga (28-40 minggu)

1. Persalinan prematuritas

Persalinan prematuritas (premature) dimaksudkan dengan persalinan yang terjadi diantara umur kehamilan 29-36 minggu, dengan berat tubuh lahir kurang dari 2,5 kg. persalinan prematuritas merupakan duduk kasus besar lantaran berat janin kurang dari 2,5 kg dan umur kurang dari 36 minggu, maka alat-alat vital belum sempurna. Sebab persalinan prematuritas :
  • Hamil dengan perdarahan, kehamilan ganda
  • Kehamilan disertai komplikasi (pre eklamsia, eklamsia)
  • Kehamilan dengan komplikasi penyakit ibu (hipertensi, penyakit ginjal atau penyakit jantung, dsb). Keadaan gizi yang rendah disertai kurang darah, lapisan dalam lahir yang kurang subur lantaran jarak hamil terlalu pendek
2. Kehamilan ganda (kembar)

Beberapa imbas yang merugikan ibu yang hamil ganda:
  • Pengaruh hamil ganda terhadap ibu : diharapkan gizi yang lebih banyak, sehingga tumbuh kembang janin mencapai cukup bulan, pada hamil muda sering terjadi keluhan yang lebih hebat, ibu sering cepat lelah, sering terjadi penyulit hamil (hidramnion, pre eklamsia, dan eklamsia), pada ketika persalinan dijumpai kesulitan
  • Pengaruh hamil ganda terhadap janin : sanggup terjadi persalinan prematuritas, sanggup terjadi janin dengan anemia atau BBLR, sehabis persalinan anak pertama sanggup terjadi pelepasan plasenta sebelum waktunya dan membahayakan janin kedua
3. Kehamilan dengan perdarahan

Perdarahan pada kehamilan memperlihatkan dampak yang membahayakan ibu dan janin dalam kandungan. Perdarahan yang sanggup membahayakan dan bekerjasama dengan kehamilan pada trimester ke tiga yaitu mengalami perdarahan plasenta previa, perdarahan solusio plasenta, perdarahan dari pecahnya sinus marginalis dan perdarahan dari pecahnya vasa previa.

4. Kehamilan dengan ketuban pecah dini

Pecahnya selaput janin memperlihatkan menandakan ancaman dan memberi kesempatan infeksi pribadi pada janin. Disamping itu gerak janin makin terbatas, sehingga pada kehamilan kecil mungkin sanggup terjadi deformitas. Oleh lantaran itu bila berhadapan dengan kehamilan dengan mengeluarkan air apalagi belum cukup bulan harus segera tiba ke rumah sakit dengan kemudahan yang memadai.

5. Kehamilan dengan janjkematian janin dalam rahim

Penyebab janjkematian jani dalam rahim :
  • Kehamilan di atas umur hamil 36 ahad pada ibu dengan diabetes mellitus
  • Mungkin terjadi lilitan tali pusat yang mematika
  • Terjadi symbol tali pusat
  • Gangguan nutrisi menjelang kehamilan cukup bulan
  • Kehamilan dengan perdarahan
  • Kehamilan lewat waktu lebih dari 14 hari
6. Kehamilan lewat waktu persalinan (Senotinus)

Beberapa kerugian dan ancaman kehamilan lewat waktu :
  • Janin yang kekurangan nutrisi dan oksigen, akan mengalami pengrusakan diri sendiri, dengan metabolisme jaringan lemak bawah kulit sehingga tampak renta dan keriput, sebagai tanda-tanda janin dengan hamil lewat waktu
  • Air ketuban yang makin kental, akan sulit dibersihkan sehingga sanggup menimbulkan gangguan pernafasan ketika kelahirannya
  • Bila gangguan terlalu usang dan berat, janin sanggup meninggal dalam rahim
  • Mungkin plasenta cukup baik tumbuh kembangnya sehingga sanggup memperlihatkan nutrisi cukup dan janin menjadi besar
  • Dengan makin besarnya janin dalam rahim memerlukan tindakan operasi persalinan
  • Kerugian pada ibu tidak terlalu besar, kecuali kemungkinan persalinan dengan tindakan operasi menyerupai induksi persalinan hingga dengan sesio sesaria
7. Kehamilan dengan pre-eklamsia dan eklamsia

Gejala klinik pre eklamsia ringan :
  • Tekanan darah sekitar 140/90 atau kenaikan tekanan darah 30 mmHg untuk sistolik 15 mmHg untuk diastolic dengan interval pengukuran selama 6 jam
  • Terdapat pengeluaran protein dalam urine 0,3 gr/liter atau kualitatif +1-+2 
  • Edema (bengkak kaki, tangan atau lainnya)
  • Kelainan berat tubuh lebih dari 1 kg/minggu
Gejala pre eklamsi berat ( kelanjutan pre eklamsia ringan) :
  • Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih
  • Pengeluaran protein dalam urine lebih dari 5 gr/24 jam
  • Terjadi penurunan produksi urine kurang dari 400 cc/24 jam
  • Terdapat edema paru dan sianosis dan terasa sesak nafas
  • Terdapat tanda-tanda subjektif (sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri di kawasan perut atas(Manuaba, 1999)
I. Pengkajian biophysical fetus

Ultrasonografi dipakai pada trimester pertama, kedua, dan ketiga

1. Trimester pertama
  • Penentuan tanggal dan penegasan kehamilan
  • Deteksi IUD
  • Diagnosis kehamilan ektopik
  • Diagnosis multiple gestation
  • Pengkajian lokasi plasenta
2. Trimester kedua dan ketiga
  • Pengkajian plasenta
  • Pengkajian struktur tubuh fetus
  • Pengkajian pertumbuhan fetus
  • Visualization of fetus, plasenta dan amniotic cavity selama amniosintesis
  • Pengkajian posisi dan presentasi fetus
  • Diagnosa kelangsungan hidup fetus
  • Biophysical profile score (Dickason, 1997)

BAB III

Asuhan Keperawatan Pada Ny. W Dengan Kehamilan Trimester 3

Klien Ny. W 34 th. Datang ke poliklinik kandungan tanggal 3 Agustus 2005. status obstetric G1 P0 A0, trimester III. Keluhan utama ketika tiba klien merasa tidak nyaman dengan bertambahnya usia kehamilan. Klien menarche usia 15 th, usang haid 1 minggu, teratur tiap 28 hari. HPHT 15 Desember 2004 dan HPL 22 September 2005. TB 146 cm, BB 55 kg, TD 120/70 mmHg, N 84 x/mnt, dan T 36,9°C. dari investigasi Leopold didapatkan data TFU 4 jari dibawah px, presentasi kepala, puki, konvergen. Klien menyatakan mulai kehamilan klien merasa malas melaksanakan pekerjaan rumah, mungkin lantaran bawaan bayi. Klien juga menyatakan pegal di kawasan punggung belakang, kaki bila berdiri atau berjalan terlalu lama. Klien bertanya bagaimana nanti dengan persalinannya lantaran ini pengalaman pertama. Klien juga tinggal sendiri dengan suami sehingga tidak ada tempat untuk bertanya. Klien berkemih dalam sehari lebih 10 kali., setiap kali BAK sekitar 100 cc tetapi terasa menyerupai akan BAK banyak. Ini sering membuat klien terbangun malam hingga tidur terganggu, dalam sehari klien minum sekitar 6 gelas air putih, tetapi terkadang klien mengurangi minumnya supaya tidak berkemih sering.

Setelah dilakukan intervensi, klien kini mengerti bagaimana cara mengejan yang baik nanti, memahami perubahan-perubahan yang terjadi. Klien menyatakan akan segera tiba ke RS bila mulai terasa mulas-mulas, keluar lendir, atau air ketuban, juga bila keluar darah. Klien merasa puas dengan klarifikasi anda, klien mengangguk-angguk tanda mengerti. Klien mengerti mengapa kini ia sering berkemih, klien juga akan berusaha untuk mempertahankan minumnya 6 gelas sehari, dengan membatasi minum sekitar 1-2 jam sebelum tidur supaya tidak sering bangkit malam. Klien akan memakai sandal tidak berhak untuk mengurangi pegal di kaki. Dan akan beristirahat bila lelah.

A. Pengkajian

1. Identitas pasien
  • Nama : Ny. W
  • Umur : 34 tahun
2. Keluhan utama
  • Ny. W merasa tidak nyaman dengan bertambahnya usia kehamilan
  • Ny. W merasa malas melaksanakan pekerjaan rumah
  • Ny. W menyatakan pegal di kawasan punggung belakang, kaki bila berdiri atau berjalan terlalu lama
  • Ny. W menyampaikan dalam sehari berkemih 10 kali, tiap BAK sekitar 100 cc tetapi terasa menyerupai akan BAK banyak, hal ini membuat terbangun malam hingga tidur terganggu
  • Ny. W dalam sehari minum sekitar 6 gelas air putih, tetapi kadang klien mengurangi minumnya supaya tidak berkemih sering
3. Riwayat obstetric

a. Riwayat haid
  • Menarche : 15 tahun 
  • Siklus : 28 hari
  • Durasi : 1 minggu
b. Riwayat kehamilan sekarang
  • Kehamilan ke : I
  • HPHT : 15 Desember 2004
  • HPL : 22 September 2005
4. Pemeriksaan umum
  • Tinggi tubuh : 146 cm
  • Berat badan : 55 kg
  • TTV : TD 120/70 mmHg, N 84x/mnt, RR 24 x/mnt, dan T 36,9°C
5. Pemeriksaan khusus (obstetric)
  • Leopold I : Tinggi fundus uteri 4 jari di bawah prosesus xipoideus
  • Leopold II : Teraba memanjang keras menyerupai papan pada perut jari (puki)
  • Leopold III : Presentasi kepala
  • Leopold IV : Konvergen.
B. Analisa Data

No
Data
Masalah keperawatan
1.











2.









.


3.
DS:
·  Klien merasa tidak nyaman dengan bertambahnya usia kehamilan
·  Klien menyatakan pegal di kawasan punggung belakang, kaki bila berdiri atau berjalan terlalu lama
DO:
·  TD: 120/70 mmHg
·  N: 84 x/mnt
·  RR: 24 x/mnt
·  T: 36,9°C

DS:
·  Klien menyampaikan dalam sehari berkemih 10 kali
·  Tiap BAK sekitar 100 cc tetapi terasa menyerupai akan BAK banyak. Ini sering membuat klien terbangun malam hingga tidur terganggu
·  Dalam sehari klien minum sekitar 6 gelas air putih, tetapi kadang klien mengurangi minumnya supaya tidak berkemih sering

DS:
·  Klien menyampaikan bahwa beliau tinggal sendiri dengan suami sehingga tidak ada tempat untuk bertanya
DO:
·  Klien bertanya bagaimana nanti dengan persalinannya lantaran ini pengalaman pertama 
Ketidaknyamanan











Perubahan teladan eliminasi












Kurang pengetahuan

C. Diagnosa Keperawatan
  1. Ketidaknyamanan bekerjasama dengan perubahan fisik
  2. Perubahan teladan eliminasi urin bekerjasama dengan pembesaran uterus dan peningkatan tekanan abdomen
  3. Kurang pengetahuan mengenai persiapan untuk persalinan bekerjasama dengan kurang pemahaman perihal perubahan fisiologis/ psikologis yang normal
D. Intervensi Keperawatan
No.
Diagnosa keperawatan
Tujuan
Intervensi
Rasional
1.
Ketidaknyamanan bekerjasama dengan perubahan fisik imbas hormonal
Setelah diberikan asuhan keperawatan, klien merasa nyaman.
Kriteria hasil yang diharapkan :
1.      melakukan acara perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan.
2.      melaporkan ketidaknyamanan sanggup diminimalkan/ dikontrol
3.      mencari pertolongan medis dengan tepat
1.       kaji secara terus-menerus ketidaknyamanan klien dan metoda untuk mengatasinya
2.       kaji satatus pernapasan klien


3.       perhatikan adanya keluhan ketegangan pada punggung dan perubahan cara jalan. Anjurkan penggunaan sepatu hak rendah, latihan pelvicrock, girdle maternitas, penggunaan kompres panas, sentuhan terapeutik atau stimulasi saraf elektrikal transkutan dengan tepat
4.       perhatikan adanya kram pada kaki. Anjurkan klien untuk meluruskan kaki dan mengangkat telapak  kaki cuilan dalam keposisi dorsofleksi, menurunkan masukan susu, sering mengganti posisi, dan menghindari berdiri/ duduk lama
5.       kaji adanya/ frekuensi kontraksi braxton Hick. Berikan informasi mengenai fisiologi aktifitas uterus

6.       perhatikan keluhan aktifitas BAK dan tekanan pada kandung kemih

7.       kaji adanya konstipasi dan hemoroid

8.       kaji adanya pirosis (nyeri ulu hati). Tinjau pembatasan diet

9.       perhatikan adanya leukorea dan pruritus. Anjurkan klien untuk sering mandi, memakai celana dalam katun, pakaian longgar dan menghindari duduk untuk waktu yang lama
10.   berikan suplemen kalsium dengan tepat. Anjurkan penggunaan jel aluminium hidroksida sesuai kebutuhan
1.      data dasar terbaru untuk merencanakan perawatan



2.      penurunan kapasitas pernapasan ketika uterus menekan diafragma, mengakibatkan dispnea
3.      lordosis dan regangan otot disebabkan oleh imbas hormon (relaksin, progesteron) pada sambungan pelvis dan perpindahan pusat gravitasi sesuai dengan perbesaranuterus. Intervensi multipel biasanya membantu untuk menghilangkan ketidaknyamanan.







4.      menurunkan ketidaknyamanan berkenaan dengan perubahan kadar kalsium/ ketidakseimbangan kalsium-fosfor atau lantaran tekanan dari pembesaran uterus pada saraf yang mensuplai ekstremitas bawah







5.      kontraksi ini sanggup membuat ketidaknyamanan pada multigrafida pada trimester kedua. Primigrafida biasanya tidak mengalami ketidaknyamanan ini hingga trimester akhir
6.      pembesaran uterus trimester ketiga menurunkan kapasitas kandung kemih, mengakibatkan sering berkemih
7.      peningkatan pemindahan posisi uterus memperberat duduk kasus eliminasi
8.      masalah sering terjadi pada trimester kedua dan sanggup berlanjut, khususnya bila diet tidak dimodifikasi.
9.      saat kadar estrogen tinggi, sekresi kelenjar servikal menghasilkan media asam yang mendorong proliferasi organisme.







10.  penambahan produk susu bila intoleransi sanggup menjadi masalah. Jeli sanggup menurunkan kadar fosfor dan memperbaiki ketidak seimbangan kalsium-fosfor
2.
Kurang pengetahuan bekerjasama dengan kurang pengalaman, kesalahan interpretasi informasi
Setelah mendapatkan asuhan keperawatan, klien bisa menambah pengetahuannya perihal perubahan fisik/ psikologis, persalinan atau kelahiran.
Kriteria hasil yang diharapkan:
1.      mendiskusikan perubahan fisik/ psikologis berkenaan dengan persalinan/ kelahiran
2.      mengidentifikasi sumber-sumber yang tepat untuk mendapatkan informasi perihal perawatan bayi
3.      mengungkapkan kesiapan untuk persalinan/ kelahiran dan bayi
1.      berikan informasi perihal perubahan fisik/ fisiologis normal berkenaan dengan trimester ketiga
2.      berikan informasi tertulis/ ekspresi perihal tanda-tanda awitan persalinan

3.      berikan informasi verbal/ tertulis perihal perawtan bayi dan dukungan makan
4.      anjurkan keikutsertaan dalam kelas kelahiran anak dan melaksanakan orientasi rumah sakit atau rumah bersalin
1.      pemahaman kenormalan perubahan ini sanggup menurunkan kecemasan dan membantu meningkatkan penyesuaian aktifitas perawatan diri
2.      membantu klien untuk mengenali awitan persalinan, untuk menjamin tiba dirumah sakit tepat waktu, dan menangani persalinan/ kelahiran
3.      membantu menyiapkan pengambilan kiprah baru, memrlukan barang-barang tertentu untuk perabot, pakaian, dan suplai.
4.      menurunkan ansietas berkenaan dengan ketidak tahuan; meningkatkan prosedur koping untuk persalinan/ kelahiran.
3.
Resiko tinggi hargadiri rendah bekerjasama dengan kemampuan untuk menuntaskan kiprah kehamilan / kelahiran anak
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan klien sanggup meningkatkan harga dirinya.
Kriteria hasil yang diharapkan:
1.      mendiskusikan reaksi-reaksi terhadap perubahan gambaran tubuh dan impian-impian
2.      mencari model kiprah positif dalam persiapan untuk menjadi orangtua
3.      mengungkapkan perasaan percaya diri mengenal kiprah baru.
1.      perhatikan isyarat ekspresi dan nonverbal klien/ pasangan ketika diskusi perihal masalah-masalah perubahan tubuh dan harapan peran.
2.      diskusikan sifat atau frekuensi mimpi-mimpi




3.      evaluasi pembiasaan fisiologis klien/ pasangan terhadap kehamilan
4.      berikan informasi kepada pasangan mengenai kenormalan introspeksi, perubahan alam perasaan, dan rasa takut.






5.      berikan/ tinjau ulang informasi perihal perubahan fisik normal pada trimester ketiga.
1.      Krisis trimester selesai ini sanggup mengakibatkan klien merasa cemas, ambivalen, dan depresi akan tubuhnya dan efek-efek kehamilan pada kemampuan/ aktifitasnya.


2.      mimpi dan fantasi bekerjasama dengan pengalaman melahirkan, kemungkinan keganjilan bayi gres lahir, perubahan kiprah yang berat
3.      tugas normal pada trimester ketiga berfokus pada persiapan menjadi ibu/ ayah.

4.      memikirkan diri terus-menerus sanggup membingungkan, tetapi hal ini memungkinkan klien untuk menilai, beradaptasi, dan meningkatkan kekuatan dari dalam diri yang diharapkan untuk melahirkan anak, menjadi orang tua, dan perubahan peran. Mimpi/ rasa takut terhadap persalinan yaitu normal.
5.      pendidikan/ komunikasi perihal bagaimana perubahan tubuh normal sanggup menghipnotis secara positif sikap dan persepsi yang memudahkan pemahaman dan apresiasi terhadap kehamilan pada kedua anggota pasangan.
4.
Resiko tinggi cedera bekerjasama dengan hipertensi, infeksi, penggunaan/ penyalahgunaan zat, perubahan sistem imun, profil darah abnormal, hipoksia jaringan, ketuban pecah dini.
Setelah diberikan asuhan keperawatan, pasien diharapkan tidak mengalami cedera.
Kriteria hasil yang diharapkan:
1.      mengungkapkan pemahaman perihal faktor-faktor risiko individu yang potensial
2.      bebas dari komplikasi
1.      periksa/ penilaian faktor-faktor risiko yang ada sebelumnya/ baru, nadi, dan suara jantung. Periksa tanda-tanda hipertensi akhir kehamilan
2.      dapatkan kultur vagina. Kaji terhadap infeksi dan penyakit hubungan seksual
3.      dapatkan Hb dan Ht pada gestasi ahad ke 28. pastikan klien mentaati asupan zat besi dan vitamin pranatal setiap hari.
4.      berikan informasi perihal tanda-tanda awitan persalinan ; tinjau ulang riwayat KPD/ persalinan paterm
5.      tentukan penggunaan alkohol/ obat-obatan lain


6.      kaji terhadap perdarahan vagina dan tanda-tanda koagulasi intra vaskulardiseminata..
1.      situasi potensial risiko tinggi sering menjadi duduk kasus dan memerlukan intervensi segera, bila kebutuhan sirkulasi dan metabolik paling besar.


2.      infeksi vagina yang tidak sanggup diobati, membuat ketidaknyamanan berat pada klien, dan risiko terhadap janin.
3.      mendeteksi anemia dengan hipoksemia/ anoksia potensial pada klien dan janin




4.      riwayat positif meningkatkan kemungkinan duduk kasus serupa pada kehamilan berikutnya



5.      penggunaan/ penyalahgunaan zat membuat klien berisiko terhadap persalinan prematur dan janin sulit dilahirkan
6.      adanya kedaruratan obstetrik, dengan reduksi pada volume cairan dan penurunan kapasitas vaskular diseminata
5.
Eliminasi urin bekerjasama dengan pembesaran uterus, peningkatan tekanan abdomen, fluktuasi fatwa darah ginjal dan laju filtrasi glomerolus
Setelah diberikan asuhan keperawatan, klien mengerti perihal perubahan teladan eliminasi urin.
Kriteria hasil yang diharapkan:
  1. mengungkapkan pemahaman perihal kondisi
  2. mengidentifikasi cara-cara untuk mencegah stasis urinarius dan atau edema jaringan
1.berikan informasi perihal perubahan perkemihan sehubungan dengan trimester ketiga
2.anjukan klien untuk melaksanakan posisi miring ketika tidur. Perhatikan keluhan-keluhan nokturia.
3.anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak dalam waktu yang lama
4.berikan informasi mengenai perlunya masukan cairan 6-8 gelas/ hari, penurunan masukan 2-3 jam sebelum beristirahat, dan penggunaan garam, makanan, dan produk mengandung natrium dalam jumlah sedang
5.berikan informasi mengenai ancaman memakai diuretik dan penghilangan natrium dari diet
6.tes urin midstream untuk mengusut albumin
1.   membantu klien memahami alasan fisiologis dari frekuensi berkemih dan nokturia. Pembesaran uterus trimester ketiga

2.   meningkatkan perfusi ginjal




3.   posisi ini memungkinkan terjadinya sindrom vena kava dan menurunkan fatwa vena
4.   mempertahankan tingkat cairan dan perfusi ginjal adekuat, yang mengurangi natrium diet untuk mempertahankan status isotonik









5.   kehilangan/ pembatasan natrium sanggup sangat menekan regulator renin-angiotensin-aldosteron dari kadar cairan, mengakibatkan dehidrasi/ hipovolemia berat
6.   dapat mengidentifikasi spasme glomerulus atau penurunan perfusi ginjal berkenaan dengan hipertensi akhir kehamilan

6.
Perubahan teladan seksual bekerjasama dengan perubahan hasrat seksual, ketidaknyamanan, atau merasa takut
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan pasien sanggup memahami perubahan teladan seksualitas.
Kriteria hasil yang diharapkan:
  1. mendiskusikan duduk kasus yang bekerjasama dengan isu-isu seksual pada trimester ketiga
  2. mengekspresikan kepuasan bersama dengan dengan hubungan seksual
1.   mulai pengkajian seksual, cari perubahan pada trimester pertama dan kedua


2.   kaji persepsi pasangan terhadap hubungan seksual










3.   anjurkan pasangan untuk berdiskusi, perihal perasaan dan duduk kasus yang bekerjasama dengan dengan perubahan teladan seksual. Berikan informasi perihal kenormalan perubahan.
4.   berikan informasi perihal metoda-metoda alternatif untuk mencapai kepuasan seksual dalam pemenuhan kebutuhan keintiman/ kedekatan
5.   anjurkan pilihan posisi untuk koitus selain dari posisi laki-laki diatas

6.   diskusikan pentingnya tidak meniup udara ke dalam vagina
7.   anjurkan klien/ pasangan untuk mengungkapkan rasa takut yang sanggup menurunkan hasrat untuk koitus



8.   instruksikan klien untuk mendiskusikan keamanan koitus dalam ahad ke 6-ke 8 selesai dengnan pemberiperawatannya.
1.      penurunan minat pada aktivitas/ koitus seksual sering terjadi pada trimester ketiga, lantaran perubahan/ ketidaknyamanan fisiologis
2.      kemampuan pasangan untuk mengidentifikasikan/ mengungkapkan/ mendapatkan perubahanseksual pada trimester pertama sanggup menghipnotis hubungan dan kemampuan mereka untuk mendukung satu sama lain secara emosional
3.      komunakasi antar pasangan yaitu penting untuk pemecahan duduk kasus yang konstruksif.






4.      kebutuhan seksual sanggup dipenuhi melalui masturbasi, kemesraan, membelai, dan sebagainya bila secara bersamaan diinginkan atau sanggup diterima.



5.      pembesaran abdomen klien memerlukan perubahan posisi untuk kenyamanan dan keamanan
6.      kematian ibu lantaran embolisme udara telah dijumpai

7.      kesalahan pengertian dan rasa takut bahwa koitus sanggup mengakibatkan cedera janin, infeksi, dan timbulnya persalinan sanggup juga menghipnotis hasrat seksual.
8.      instruksi khusus mungkin ditemukan bila terdapat riwayat komplikasi atau bila komplikasi diantisipasi.

7.
Resiko tinggi Curah jantung bekerjasama dengan peningkatan volume cairan/ perubahan fatwa balik vena, perubahan permeabilitas kapiler
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan klien bisa mengontrol volume cairan.
Kriteria hasil yang diharapkan:
1.      tekanan darah normal, bebas edema patologis
2.      mengidentifikasi adanya tanda-tanda abnormal yang memerlukan penilaian alnjut.
1.      tinjau ulang perubahan fisiologis normal. Identifikasi tanda/gejala yang memerlukan penilaian medis atau intervensi


2.      pantau frekuensi nadi jantung




3.      catat tanda-tanda hipertensi akhir kehamilan: edema umum, albuminuria 2+, dan hipertensi dengan peningkatan sistolik lebih besar dari 30 mm Hg atau sistolik lebih besar dari 30 mm Hg atau diastolik > dari 15 mm Hg
4.      anjurkan perubahan posisi yang sering
1.      retensi kelebihan cairan dan permulaan respons stres renin-angiotensin II-aldosteron sanggup mengakibatkan cairan meninggalkan kardiovaskuler, mengakibatkan kehilangan cairan tubuh yang secara negatif menghipnotis curah jantung
2.      saat frekuensi jantung istirahat meningkat secara normal sebanyak 15 pdm untuk memudahkan sirkulasi tambahan volume cairan
3.      membedakan antara edema fisiologis normal dan potensial












4.      posisi supine/rekumben dan posisi tegak usang sangat menurunkan fatwa balik vena dan curah jantung pada trimester tiga, secara negatif menghipnotis fatwa pada uterus dan ginjal. Posisi sim/ semifowler miring mengoptimalkan perfusi plasenta/ ginjal
5.      meningkatkan fatwa balik vena, sehingga menurunkan edema,
8.
Gangguan teladan tidur bekerjasama dengan perubahan pada tingkat aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan kenyamanan.
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan pasien tidak mengalami gangguan teladan tidur.
Kriteria hasil yang diharapkan:
1.      melaporkan perbaikan tidur/istirahat
2.      melaporkan peningkatan rasa sejahtera dan perasaan segar
1.      tinjau ulang kebutuhan perubahan tidur normal berkenaan dengan kehamilan. Tentukan teladan tidur ketika ini
2.      evaluasi tingkat kelelahan






3.      kaji terhadap insiden insomnia dan respons klien terhadap penurunan tidur. Anjurkan alat bantu untuk tidur, menyerupai teknik relaksasi, membaca, mandi air hangat,dan penurunan aktifitas sebelum istirahat
4.      perhatikan keuslitan bernafas lantaran posisi. Anjurkan tidur pada posisi semi fowler







5.      dapatkan sel darah merah (SDM) dan kadar Hb



6.      rujuk klien untuk konseling bila kekurangan tidur/kelelahan menghipnotis aktifitas kehidupan sehari-hari
1.      membantu mengidentifikasi kebutuhan untuk menetapkan teladan tidur yang berbeda




2.      peningkatan retensi cairan, penambzahan berat badan, dan pertumbuhan janin, semua memperberat perasaan lelah, khususnya pada multipara.
3.      ansietas yang berlebihan, kegembiraan, ketidaknyamanan fisik, nokturia, dan aktifitas janin sanggup mempersulit tidur








4.      pada posisi rekumben, pembesaran uterusserta organ abdomen menekan diafragma, sehingga membatasi perluasan paru. Penggunaan posisi semifowler memugnkinkan diafragma menurun, membantu mengembangkanekspansi paru optimal
5.      anemia dan penurunan kadar Hb/SDM, mengakibatkan penurunan oksigenasi jaringan serta menghipnotis perasaan letih berlebihan
6.      mungkin perlu bagi klien menghadapi perubahan siklus tidur-terjaga, mengidentifikasi prioritas yang tepat dan memodifikasi komitmen
9.
Risiko tinggi cedera janin bekerjasama dengan duduk kasus kesehatan ibu, pemajanan pada teratogen/ biro infeksi
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan sanggup menjaga kesehatan ibu dan janin dan sanggup menghindari resiko cedera.
Kriteria hasil yang diharapkan:
1.      mengidentifikasi faktor-faktor risiko individu
2.      mengubah gaya hidup/ sikap yang menurunkan resiko
1.      lanjutkan pengkajian berkelanjutan perihal nutrisi ibu










2.      hindari penggunaan tembakau





3.      berikan informasi perihal resiko terapi obat

















4.      pantau profil biofisik janin
5.      perhatikan kondisi membran; klien yang dirawat di rumah sakit bila membran pecah
1.      perubahan pada nutrisi ibu sanggup menurunkan cadangan zat besi pada janin, membatasi cadangan lemak, memperlambat perkembangan neurologis pada neonatus/ anak, dan menurunkan cadangan protein untuk pertumbuhan otak, sehingga menurunkan lingkar kepala pada keturunan
2.      dapat menghambat penebalan berat tubuh ibu, menurunkan pertumbuhan intra uterus/ plasenta, dan mengakibatkan skor apgar rendah ketika kelahiran
3.      pada trimester ketiga, sulfonamid meningkatkan risiko hiperbilirubinemia dengan menghipnotis ikatan albumin-bilirubin. Tetrasiklin mengakibatkan pewarnaan pada pelapisan desisua gigi dan menghambat pertumbuhan tulang pada bayi prematur. Streptomisin mengakibatkan kerusakan pada saraf indera pendengaran serta kemungkinan kehilangan kehilangan pendengaran
4.      tentukan kesejahteraan uteroplasenta/ janin dan klien berisiko terkena sepsis
10.
Resiko tinggi koping individu/ keluarga tidak efektif bekerjasama dengan krisis situasi/ maturasi, kerentanan pribadi, persepsi tidak realistis, metoda koping yang tidak adekuat, sistem pendukung yang tidak ada/ tidak adekuat
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan klien mendapatkan kopign individu yang efektif.
Kriteria hasil yang diharapkan:
1.      mendiskusikan reaksi emosional pada trimester tiga
2.      menyiapkan kelahiran bayi, sesuai dengan keyakinan budaya melalui pendidikan/ keahlian
3.      mengidentifikasi model kiprah yang tepat
4.      menggambarkan karakteristik kepribadian perihal janin
1.      kaji persiapan persalinan, kelahiran, dan kedatangan bayi gres lahir








2.      tentukan persepsi klien/ pasangan terhadap janin sebagai kesatuan yang terpisah
3.      tentukan bagaimana insan mengetahui kehamilan ketika persalinan dan kelahiran mendekat






4.      perhatikan kehilangan dari kehamilan sebelumnya, faktor-faktor genetik, atau riwayat lahir mati, dan diskusikan makna insiden tersebut kepada pasien/klien
5.      evaluasi sistem pendukung yang tesedia pada klien/ pasangan.
1.      keterlibatan pada kelas kelahiran bayi dan keahlian perihal peralatan dan materi dalam perawatan sanggup memperlihatkan kesiapan secara psikologis. Kurangnya persiapan sanggup didasarkan pada keyakinan budaya, atau sanggup menandkan duduk kasus keuangan atau psikologis
2.      persepsi ini menandakan pelengkapan tugas-tugas psikologis dari kehamilan

3.      seorang dengan tingkat ketergantungan yang tinggi sanggup mengalami kesulitan memenuhi peningkatan kebutuhan ketergantunagnm klien sehingga sanggup membuat konflik. Selain itu, koping negatif dimanifestasikan sebagai akhir kurangnya persiapan persalinan dan atau pada bayi gres lahir.
4.      pasangan risiko tinggi mungkin lebih menentukan untuk tidak membuat persiapan dengan baik sebagai cara proteksi bagi mereka sendiri dari kemungkinan kehilangn/ cedera apabila janin tidak hidup


5.      ketersediaan keluarga dan sahabat sanggup membantu klien/ pasangan untuk mengatasi tugas-tugas yang tiba lantaran persalinan dan kelahiran.
E. Implementasi dan evaluasi 
No-Dx
Tanggal
Implementasi
Evaluasi
Ttd
1.



























2.










































3.



3Agustus2005



























3Agustus2005










































3Agustus2005


·  Mengkaji dan mengatasi ketidaknyaman klien
·  Memperhatikan adanya keluhan ketegangan
·  Mengkaji keluhan frekuensi BAK dan tekanan kandung pada  kemih
·  Menganjurkan klien untuk memakai sandal tidak berhak











  • Memberikan informasi perihal perubahan perkemihan
  • Menganjurkan klien untuk mempertahankan minumnya 6 gelas sehari
  • Memperhatikan keluhan-keluhan nokturia

































·  Memberikan informasi perihal perubahan fisik
·  Memberikan informasi perihal tanda-tanda awitan persalinan
·  Mengidentifikasi tanda ancaman kehamilan
S:
·  Klien memahami perubahan-perubahan yang terjadi
·  Klien akan memakai sandal tidak berhak untuk mengurangi pegal dan akan beristirahat bila lelah
O:
·  Klien menganguk-angguk tanda mengerti
·  Klien tampak rileks
A:
·  Ketidaknyamanan sanggup diminimalkan
P:
·   Ulangi intervensi yang telah dilakukan
·  Ulangi pengukuran TTV setiap 24 jam
·  Evaluasi derajad ketidaknyamanan
·  Ajarkan teknik relaksasi

S:
·  Klien mengerti mengapa kini ia sering berkemih
·  Klien akan berusaha mempertahankan minumnya 6 gelas sehari, dengan membatasi minum sekitar 1-2 jam sebelum tidur supaya tidak sering bangkit malam
O:
·  Klien tampak mengangguk-angguk tanda mengerti
·  Klien bebas dari tanda dan tanda-tanda infeksi
A:
·  Ketidaknyamanan lantaran sering berkemih sanggup teratasi
·  Klien tidak bangkit pada malam hari
P:
·  Ulangi pengukuran TTV setiap 24 jam
·  Tinjau ulang perubahan fisiologis yang menghipnotis frekuensi berkemih
·  anjurkan untuk mempraktikkan latihan kegel (pengencangan perineum) sepanjang hari
·  Kaji terhadap tanda-tanda dan tanda-tanda ISK 

S:
·  Klien menyatakan akan segera ke RS bila mulai terasa mulas, keluar lendir, atau air ketuban, juga bila keluar darah
O:
·  Klien menganguk-angguk tanda mengerti dan puas dengan klarifikasi yang di berikan
·  Klien meminta informasi perihal persalinannya
A:
·  Kurangnya pengetahuan, sebagian telah sanggup diatasi dibuktikan dengan klien akan segera kerumah sakit bila ada tanda awitan persalinan
P:
·  Ulangi intervensi yang telah dilakukan
·  Diskusikan tahap-tahap persalinan
·  Berikan informasi bagaimana cara mengejan yang baik 
·  Lanjutkan acara penyuluhan perihal perawatan bayi 


DAFTAR PUSTAKA
  • Dickason, Elizabeth J. 1997. Maternal-Infant Nursing Care. St. Louis, Missouri: Mosby 
  • Doenges, E, Marilynn. 2001. Rencana Perawatan Maternal Bayi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC
  • Farrer, Helen. 2001. Perawatan Maternitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC
  • Manuaba, Ida Bagus Gde. 1999. Memehami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: Arcan
  • Olds, Sally B. 1995. Maternal-Newborn Nursing. California: Prentice Hall
  • Prawiroharjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka 
  • Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
  • Reeder, Sharon J. 1992. Maternity Nursing: Family, Newborn, and Women’s Health Care.USA: Lipponcott Company 
Untuk mendownload askep kehamilan trimester 3 pdf dan doc silahkan dibawah,
Demikian asuhan keperawatan kehamilan trimester 3 lengkap, download Dalam bentuk makalah pdf dan doc kami bagikan, semoga bisa menjdai refferensi teman-teman perawat sekalian dalam pembuatan askep, LP ataupun makalah. Terima kasih.
Ahmad hidayat
Ahmad hidayat

Previous
Next Post »